MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Search for:
  • Home/
  • EDUKASI/
  • 30 Mahasiswa dari 6 Negara Diajarkan Cara Kelola Sampah Jadi Bahan Bakar
Mahasiswa kelola sampah plastik.

30 Mahasiswa dari 6 Negara Diajarkan Cara Kelola Sampah Jadi Bahan Bakar

Sabtu, 10 Februari 2024 – 22:40 WIB

BANTEN – Sebanyak 30 mahasiswa nasional dan internasional berkunjung ke Industri Pengelolaan Sampah Terpadu-Atasi Sampah, Kelola Mandiri (IPST ASARI) di Link, Serdag, Cilegon, Banten. 

Baca Juga :

WNI di Turki Antusias Lakukan Pencoblosan Pemilu 2024

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memperkenalkan konsep pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkuler kepada generasi muda peserta acara Global Volunteer, yaitu program pertukaran yang melibatkan peran pemuda dunia untuk melaksanakan proyek sosial di lingkungan lintas budaya yang diselenggarakan oleh organisasi non-profit kepemudaan internasional terbesar di dunia, AIESEC, cabang Universitas Indonesia (UI). 

Adapun para peserta berasal dari 6 negara, yakni Hongkong, China, India, Malaysia, Vietnam, dan Indonesia.

Baca Juga :

Dianggap Menambah Masalah Sampah Plastik, Tanggung Jawab Galon Sekali Pakai Dipertanyakan

Sejumlah 30 peserta yang terdiri dari mahasiswa nasional dan internasional ini berkesempatan untuk terlibat dalam aktivitas pengelolaan sampah dengan konsep end-to-end plastic waste management yang terdiri dari beberapa rangkaian, di antaranya pengumpulan sampah, pemilahan sesuai jenisnya, dan pengolahan sampah plastik dengan metode pirolisis menjadi bahan bakar minyak, pada 5 Februari 2024 lalu.

Baca Juga :

Bayi Perempuan Ditemukan Meninggal di Tempat Pembuangan Sampah

Sebelumnya, mereka juga mengikuti kegiatan edukasi mengenai ESG (Environment, Social, and Governance) Chandra Asri Group dan Manfaat Mangrove pada Sabtu 27 Januari 2024, di salah satu konservasi Mangrove di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara.

Chandra Asri Group menginisiasikan pendirian IPST ASARI, yang berkolaborasi dengan KSM Sehati Maju Bersama, untuk mengolah sampah plastik low-value menjadi bahan bakar dengan merek PLUSRI yang setara minyak tanah, bensin, dan solar. 

Bahan baku yang dipasok ke IPST ASARI berasal dari sampah rumah tangga warga sekitar, sampah perkantoran dari pabrik petrokimia Chandra Asri Group, dan juga sampah plastik yang terkumpul dari program SAGARA.

Program SAGARA juga merupakan inisiatif Chandra Asri Group di wilayah pesisir Desa Anyar yang bertujuan mengedukasi nelayan, masyarakat wilayah pesisir, dan lingkungan sekitarnya mengenai pentingnya pemilahan sampah dari sumber guna mencegah sampah bocor ke laut. 

Melalui SAGARA, sampah plastik bernilai ekonomi tinggi serta kertas, logam atau besi, dan beling dikumpulkan dan dikonversi menjadi tabungan bernilai rupiah. Sedangkan, sampah plastik bernilai ekonomi rendah, seperti sampah kantong keresek, disalurkan dan diolah oleh IPST ASARI menjadi bahan bakar minyak, untuk kemudian didistribusikan kembali untuk keperluan masyarakat dan UMKM di Desa Anyar.

Head of Corporate Communications Chandra Asri Group, Chrysanthi Tarigan, mengaku sangat senang dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan mahasiswa dari dalam dan luar negeri yang berpartisipasi dalam acara Global Volunteer oleh AIESEC UI mengenai konsep ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah. 

“Peran generasi muda sangatlah krusial dalam mencapai keberlanjutan lingkungan karena mereka adalah pelaku sekaligus penggerak masyarakat. Kami percaya bahwa dengan adanya kesadaran generasi muda akan nilai ekonomi sampah plastik, maka mereka akan selalu mencari solusi inovatif untuk menangani limbah ini secara efektif,” ujar Chrysanthi Tarigan, dalam keterangannya, dikutip Sabtu 10 Februari 2024.

“Oleh karena itu, kami terus berinovasi dalam pengelolaan sampah dari awal hingga akhir dengan pendekatan end-to-end waste management. Kami yakin bahwa upaya ini perlu disebarkan agar dapat menginspirasi generasi penerus untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan mengadopsi praktik-praktik berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari mereka,” sambungnya.

Pratham Gupta, peserta Global Volunteer asal India yang sedang menempuh studi di Monash University Australia, berbagi pengalamannya mengunjungi IPST Asari 

“Dalam kunjungan ini, saya mendapat pemahaman yang mendalam tentang pentingnya kolaborasi lintas bangsa dalam menjaga lingkungan hidup. Melalui diskusi dan kegiatan praktis di IPST ASARI ini, saya menjadi lebih yakin bahwa kami, sebagai pemuda, memiliki peran yang signifikan dalam menciptakan perubahan positif bagi lingkungan,” katanya.

Halaman Selanjutnya

Bahan baku yang dipasok ke IPST ASARI berasal dari sampah rumah tangga warga sekitar, sampah perkantoran dari pabrik petrokimia Chandra Asri Group, dan juga sampah plastik yang terkumpul dari program SAGARA.

COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21